Penasaran Dengan Suku Baduy? Yuk Cari Tahu Soal Suku Baduy Disini!

Suku baduy merupakan suku yang berasal dari daerah Banten, Jawa Barat, letaknya ada di kaki pegunungan Kendeng. Baduy merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat luar yang berasal dari sebutan para peneliti.

Masyarakat baduy ini ternyata sangat menjaga yang namanya adat istiadat dan sangat mencintai sekitarnya. Karena itulah suku baduy hidup berdampingan dengan alam dan sangat menjaga bagaimana cara hidup mereka sejak jaman nenek moyang mereka.

Apakah anda ingin tahu bagaimana kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat suku baduy? Yuk langsung saja simak ulasan nya berikut ini:

Kekayaan Budaya Suku Baduy

1. Kelompok Masyarakat
Kelompok suku baduy ini ternyata dibagi menjadi 2 kelompok masyarakat, yaitu kelompok baduy dalam atau kelompok tangtu, lalu ada kelompok baduy luar atau biasa disebut dengan kelompok masyarakat panamping.

2. Bahasa
Suku baduy biasanya menggunakan bahasa atau dialek sunda sebagai alat untuk berkomunikasi dengan masyarakat luar. Masyarakat suku baduy ini sebenarnya mengerti bahasa indonesia, meskipun tidak mendapatkan pengetahuan langsung dari sekolah.

Karena memang masyarakat baduy ini tidak mengenal sekolah sehingga mereka tidak mengenal budaya baca tulis. Usaha pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di daerah mereka juga ditolak keras, karena menurut mereka pendidikan sangatlah berlawanan dengan adat serta istiadat mereka.

3. Kepercayaan Suku Baduy
Kepercayaan yang dianut oleh suku baduy ini sering disebut dengan Sunda Wiwitan yang berdasarkan pada pemujaan terhadap nenek moyang (animisme). Tetapi semakin berkembang pengaruh agama lain, misalnya saja agama islam, Budha dan Hindu.

Tetapi kepercayaan tersebut memiliki kepercayaan yang mutlak dan patuh dengan konsep tidak ada perubahan atau tanpa perubahan apapun. Masyarakat baduy juga punya lokasi keberadaan arca yang dianggap sakral oleh mereka.

4. Mata Pencarian
Mata pencarian suku baduy ini umumnya adalah bertani, sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka selama ratusan tahun. Maka mata pencarian utama masyarakat tersebut adalah bertani padi huma.

Selain itu mereka juga menjual buah-buahan yang mereka cari di hutan, misalnya saja durian serta madu hutan. Sebagai tanda kepatuhan serta pengakuan terhadap penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin melakukan tradisi seba yang biasanya dilakukan selama satu tahun sekali dengan mengantarkan hasil bumi yang mereka miliki pada penguasa setempat atau Gubernur Banten.

5. Pakaian Suku Baduy
Pakaian suku baduy ini sama seperti halnya dengan kelompok masyarakat, meskipun setiap kelompok masyarakat biasanya memiliki pakaian adat yang sama. Mereka biasanya menggunakan busana semacam sarung warna biru dengan warna kehitam-hitaman dari tumit hingga dada.

6. Pernikahan
Prosesi pernikahan masyarakat baduy ini sebenarnya hampir sama dengan cara menikahnya masyarakat pada umumnya. Hanya saja masyarakat baduy ini menikah dengan perjodohan, pada awalnya orang tua laki-laki akan silaturahmi dengan orang tua perempuan dan mengenalkan anaknya masing-masing.

Setelah ada kesepakatan, kemudian dilanjutkan dengan proses 3 kali pelamaran, setelah semuanya selesai.

7. Hukum di Tatanan Masyarakat Baduy
Kehidupan masyarakat baduy ini jarang sekali melanggar ketentuan adat yang sudah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itulah jarang sekali masyarakat yang terkena sanksi maupun hukuman, entah itu karena hukum adat maupun hukum negara.

Tetapi jika ada yang membuat kesalahan, masyarakat baduy juga akan melaksanakan hukuman dengan benar. Suku baduy punya bidang tersendiri yang bertugas untuk melakukan hukuman bagi orang yang melanggar.

Suku baduy juga memiliki klasifikasi hukuman, ada hukuman ringan dan hukuman berat sehingga setiap hukuman punya bobot yang beda.

Itulah informasi tentang suku baduy yang mungkin bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan bagi anda, terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel