Peduli Lingkungan Dengan Mengunjungi Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka



Kepedulian terhadap lingkungan kini semakin berkurang terus menerus. Banyak orang yang memilih merusak lingkungan untuk keuntungan sesaat, dibandingkan memelihara lingkungan untuk masa depan. Ketika mendengar kata pulau pramuka, mungkin anda akan berpikir tentang pulau yang indah dengan pantai pasir putih, laut jernih dan langit cerah. Mungkin sekarang anda bisa melihat keindahan tersebut, tetapi dulu kondisi pulau pramuka cukup memprihatinkan.

Kerusakan lingkungan di pulau pramuka sudah parah. Banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membuat ekosistem laut rusak. seorang sosok perempuan hebat tergerak hatinya untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Dengan dukungan dari PT astra internasional, Ibu Mahariah mencoba membangkitkan pulau pramuka dan membuka sebuah kehidupan baru.

Sosok Hebat Dibalik Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka

Mahariah adalah seorang guru dan pengurus pramuka di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Ketidaksengajaan memberikan hasil yang baik bagi lingkungan pulau pramuka. Awalnya beliau mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Model Desa Konservasi dari Taman nasional kepulauan seribu.

Ibu Mahariah
Ibu Mahariah
Acara tersebut telah membuka mata beliau mengenai kerusakan lingkungan di tempat tinggalnya. Sejak saat itu dia mulai menjadi relawan konservasi lingkungan. Beliau harus bolak balik dari pulau pangga ke pulau pramuka, untuk melakukan semua kegiatan relawannya. Padahal jarak kedua pulau tersebut cukup jauh, sekitar 1,32 km.

Yang ia pikirkan, ingin berguna bagi sesama dengan mengembalikan lingkungan yang rusak. pasti akan ada kemudahan yang diberikan. Proyek pertamanya sudah dilakukan sejak tahun 2007, berarti sudah 15 tahun ia menjadi seorang relawan lingkungan. Beliau membuat kegiatan penanaman bakau (mangrove). Kegiatan tersebut pun merupakan kegiatan yang diwajibkan taman nasional.

Hasil yang kami perbuat belum terlihat hasilnya. Masih banyak tanaman yang mati. Beliau mengajak beberapa orang untuk terus mencoba memperbaiki lingkungan di pulau pramuka. Walaupun gagal, hal itu tidak membuat mahariah menyerah. Ia mencoba menganalisis kondisi yang ada, apa kekurangannya, apa yang harus dilakukan dan lainnya.

Di tahun 2018, ia berhasil menanam mangrove di pinggir pantai pulau pramuka. Ia mencoba memperhatikan situasi air laut, umur bibit, banjir darat dan lainya. Salah satu hal yang menghambat pertumbuhan mangrove adalah sampah. Masih banyak warga yang membuat sampah ke laut dan menumpuk di pinggir pantai. Hal ini membuat perkembangan tanaman mangrove terhambat.

Bahkan sampai tidak hanya menganggu pertumbuhan tanaman mangrove. Tetapi juga konservasi satwa langka, terumbu karang dan lainnya. bahkan bau sampah yang menumpuk mengganggu masyarakat sekitar. Banyak sampah yang menumpuk di pinggir pantai tanpa dilakukan pengolahan yang tepat. Kesadaran masyarakat terhadap sampah memang masih kurang. Hal ini jugalah yang membuat mahariah semakin gencar melakukan konversvasi lingkungan.

Mendirikan Komunitas Peduli Sampah

Dengan semua keresahan yang ia alami, akhirnya dia membuat komunitas peduli sampah. Komunitas ini pertama kali didirikan pada tahun 2009, ia memberi nama Laut Bukan Tempat Sampah (LBTS). Ia mencoba mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut. Ia mengajak anak sekolah dari TK sampai SMA untuk melakukan aksi bersih pantai. Bahkan komunitas ini pernah melakukan aksi demo di jakarta, untuk menghentikan pembuangan sampah di laut.


Kegiatan yang dilakukan mahariah tidak sampai disitu saja. Jika dia mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut. Berarti dia harus memberikan solusi pembuangan sampah yang tepat. Ia pun membuat pengelolaan limbah sampah plastik dan sampah lainnya. kita bisa memanfaatkan sampah dengan baik dan bisa memberikan hasil.

Ia mencoba mengajari masyarakat untuk bisa memilah sampah dengan baik. sampah plastik dan sampah non plastik harus dipisahkan. Sampah plastik akan diubah menjadi barang yang bermanfaat, seperti tas, vas bunga, dan lainnya. ia juga meminta tolong pihak lain untuk mengajari masyarakat mengolah limbah plastik.

Untuk sampah non plastik, bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Ia juga telah bekerjasama dengan berbagai aktivis untuk membantu penjualan produk. Apa yang telah dilakukan mahariah membuat astra tergerak untuk membantu. Hingga akhirnya pulau pramuka dijadikan salah satu kampung berseri astra. Fokus utama kampung ini adalah masalah lingkungan.

Mahariah telah memperbaiki lingkungan dari hulu ke hilir. Dengan cara menanam mangrove supaya tidak terjadi abrasi, pembersihan sampah dan pengolahan sampah. Semua itu dilakukan untuk kelangsungan ekosistem laut semakin baik. Mahariah juga mulai mengembangkan penanaman sayuran di pot, hidroponik dan juga biogas. Sehingga pemanfaatan lingkungan semakin maksimal.

Yang dilakukan mahariah juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pulau pramuka. Karena kini semakin banyak wisatawan yang datang untuk melakukan kegiatan di pulau pramuka. Seperti paket wisata penanaman pohon mangrove. Untuk mewujudkan semua impiannya, ia mendirikan rumah hijau. Komunitas rumah hijau melakukan kegiatan secara rutin. Tidak hanya di bidang lingkungan, tetapi juga pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan. Seperti empat pilar yang diterapkan kampung berseri astra.

Ada banyak hal yang dilakukan di rumah hijau. Seperti memilah sampah, membuat pupuk kompos dan memanfaatkanya. Setiap hari jumat, semua anggota komunitas rumah hijau belajar dan merencanakan kegiatan. Ia juga mulai mengenalkan gerakan seribu biopori, sehingga semakin banyak lubang serapan di pulau pramuka.

Dengan melakukan semua kegiatan tersebut secara tidak langsung berdampak ke kesehatan masyarakat. Udara di pulau seribu semakin bersih dan tidak ada sampah yang menumpuk. Ketika kesehatan membaik, hal ini juga memperbaiki kualitas pendidikan. Anak-anak semakin ceria dan semangat untuk belajar. Apalagi mahariah seorang guru, sehingga merasakan dampaknya dengan baik.

Penerapan 4 Pilar Kampung Berseri Astra

Pulau pramuka ditetapkan sebagai Kampung berseri astra pada April 2015. Astra melihat keempat pilar sudah diterapkan dengan baik di pulau ini. ada beberapa hal yang telah dilakukan astra, Di sektor lingkungan, Astra memberikan penampungan air hujan. Sehingga masyarakat pulau pramuka tidak kekurangan air bersih. Selain itu astra mendukung pembuatan 120 lubang resapan biopori, 19 hidroponik, satu biodigester dan satu komposter. Sehingga pengolahan limbah semakin baik.


Selain itu astra juga memberikan bantuan penanaman 300 terumbu karang dan 10.000 mangrove. Selanjutnya astra memberikan pelatihan serta pemasaran produk sabun dan gelang ramah lingkungan. Di sektor kesehatan, memberikan pelatihan kader posyandu untuk melakukan pengecekan di rumah yang tidak sehat dan memberikan pelatihan masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan.

Di sektor pendidikan, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan sekolah adiwiyata di SMA 69 pulau pramuka. Di tahun 2016, astra membuat ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Tanjung elang berseri dengan luas 1.3000 m2. Di RPTRA ini terdapat fasilitas taman interaktif, lapangan futsal., lapangan voli pantai, taman izi, area bermain anak, ruang serba guna dan lainnya. anak-anak dan masyarakat pulau pramuka bisa memanfaatkan semua fasilitas secara gratis.

Sedangkan di sektor wirausaha, memberikan pelatihan branding produk olahan sehingga bisa dipasarkan dengan mudah. Mahariah berharap akan semakin banyak pulau dan daerah yang peduli dengan lingkungan. Sehingga indonesia lebih sehat dan sejahtera.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini