Mengenal Suku Bunga BI

Suku bunga merupakan suatu nilai yang mana bunga dibayarkan oleh penerima pinjaman (debitor) untuk penggunaan uang yang mereka pinjam dari pemberi pinjaman (kreditor). suku bunga BI adalah nilai bunga yang ditentukan oleh Bank Indonesia yang harus dibayar oleh peminjam atau debitor atas sejumlah uang yang dipinjam kepada kreditor.

Suku Bunga BI

Bank Indonesia merupakan bank central yang dimiliki oleh Indonesia yang memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Kestabilan nilai mata uang mutlak menjadi tanggung jawab dari Bank Indonesia. Berbagai kebijakan dilakukan Bank Indonesia untuk mewujudkan mata uang rupiah berada pada level yang stabil jika dibandingkan dengan nilai mata uang dolar Amerika Serikat. Ketika berbicara tentang Bank Indonesia, kita juga tidak akan luput dari membocarakan tentang suku bunga BI.

Sebelum kita mengatahui tentang apa itu suku bunga BI, maka terlebih dahulu kita harus tahu tentang pengertian suku bunga itu sendiri. Suku bunga merupakan suatu nilai yang mana bunga dibayarkan oleh penerima pinjaman (debitor) untuk penggunaan uang yang mereka pinjam dari pemberi pinjaman (kreditor). Suku bunga secara normal dinyatakan sebagai suatu persentase dari prinsipal untuk periode waktu satu tahun, kadang-kadang mereka dinyatakan untuk periode waktu yang berbeda seperti misalnya satu bulan atau satu hari.

Dari pengertian tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa suku bunga BI adalah nilai bunga yang ditentukan oleh Bank Indonesia yang harus dibayar oleh peminjam atau debitor atas sejumlah uang yang dipinjam kepada kreditor.

Suku bunga BI seringkali mengalami perubahan yang mana hal ini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

1. Keuntungan politik jangka pendek. Menurunkan suku bunga bisa memberi perekonomian suatu lonjakan jangka pendek. Di bawah kondisi normal, kebanyakan ekonom berpikir bahwa pemotongan suku bunga hanya akan memberi keuntungan jangka pendek dalam aktivitas ekonomi yang akan segera ditelan oleh inflasi. Lonjakan cepat tersebut bisa mempengaruhi pemilihan umum. Kebanyakan ekonom menyarankan kepada bank sentral untuk membatasi pengaruh politik dalam penentuan suku bunga.

2. Penundaan konsumsi. Saat uang dipinjamkan, si pemberi pinjaman menunda pembelanjaan uang pada barang-barang konsumsi.

3. Ekspektasi penyebab inflasi. Kebanyakan perekonomian secara umum mempertunjukkan inflasi, yang berarti sejumlah uang tertentu hanya bisa membeli barang yang lebih sedikit di masa depan dibanding sekarang. Si penerima pinjaman butuh untuk mengkompensasi si pemberi pinjaman untuk hal ini.

4. Investasi alternative. Si pemberi pinjaman memiliki pilihan untuk menggunakan uangnya dalam investasi yang berbeda. Jika dia memilih salah satu, dia menolak hasil investasi dari yang lainnya.

5. Resiko investasi. Akan selalu ada resiko bahwa si penerima pinjaman akan bangkrut, melarikan diri, mati, atau membatalkan pinjaman. Ini berarti bahwa si pemberi pinjaman membebankan suku bunga sebagai perlindungan terhadap resiko.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini