Lembaga Pengelola Wakaf Produktif yang Baik

Lembaga Pengelola Wakaf Produktif yang Baik

Dalam memberikan sebagian harta yang dicintainya tentu akan memilih pada lembaga pengelola wakaf produktif yang baik serta dapat untuk dipercaya kejujurannya. Dengan begitu dalam hal melakukan pengelolaan lembaga pun haruslah dilakukan dengan semaksimal mungkin. Hal ini dibutuhkan agar wakaf yang telah diberikan tersebut mampu memiliki manfaat bagi penggunanya. Karena hal tersebut berhubungan dengan amal manusia kepada Allah.

Tentu orang yang menyumbangkan sebagian hartanya untuk dijadikan wakaf karena ingin mengharapkan ridhonya kepada Allah. Manusia hidup dunia itu layaknya menabung di dalam sebuah bank, jika hidup di dunia, maka tabungan masa depan akan disimpan oleh bank, sedangkan untuk urusan di akhirat, maka Anda dapat menabungnya dengan cara mewakafkan sebagian dari harta yang Anda miliki. Perlu Anda ketahui, bahwa wakaf produktif tidak hanya berwujud uang saja, akan tetapi banyak macam wakaf yang dapat untuk Anda berikan sebagai amal jariyah.

Macam-macam bentuk wakaf produktif yang dapat Anda berikan yaitu seperti wakaf sepeda motor, wakaf tanah, wakaf bangunan, wakaf masjid, wakaf rumah, wakaf sawah, wakaf perkebunan, wakaf transportasi, wakaf property, wakaf al-qur’an, wakaf perusahaan, wakaf ilmu dan manfaat, wakaf kontan, wakaf tunai dan masih banyak lagi macam serta jenisnya. Perlu Anda ingat bahwa memberikan wakaf semata-mata untuk mengharapkan ridho dari Allah, jangan karena Anda ingin terlihat dermawan di hadapan semua orang, maka Anda memberikan wakaf tersebut, karena hal tersebut menjadikan Anda tidak akan mendapatkan pahala di hadapan Allah, karena Allah tidak menyukai orang yang riya’ yang mana selalu memamerkan kebaikannya di hadapan semua orang.

Dalam pengelolaan wakaf tersebut, maka nazhil lah yang memiliki tugas serta tanggung jawab dalam hal mengembangkan serta mengelola lembaga tersebut, sedangkan pemilihan seorang nazhil pun juga tidak lah sembarangan, karena harus memenuhi syarat seperti yang ada di bawah ini:

1. Paham akan hukum wakaf serta ZIZ yang baik dalam UU RI maupun dalam tinjauan syariah.
2. Jujur, baik, amanah dan ihsan.
3. Harus tahan godaan dalam hal menjalankan perkembangan usaha.
4. Memiliki kecerdasan dalam hal emosional dan spiritual.
5. Memiliki kapasitas serta kapabilitas baik dalam hal leadership.
6. Professional.
7. Mempunyai kecerdasan baik secara social, intelektual dan pemberdayaan

Melihat persyaratan menjadi seorang nazhil di atas tentu tidaklah semua orang memiliki kriteria seperti yang ada di atas, karena dalam hal mengelola lembaga wakaf pun tidak dapat untuk dilakukan dengan cara yang sembarangan, segala hal sesuatunya membutuhkan seperti persyaratan yang di atas. Selain itu, seorang nazhil pun juga haruslah memiliki pengalaman atau memiliki kesiapan jika akan dimagangkan hal ini bertujuan agar dapat memiliki ketajaman dalam melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan baik.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini