KPR: Solusi Strategis untuk Kepemilikan Rumah

Untuk mendapatkan rumah, kini Anda tidak lagi harus menyiapkan sejumlah besar uang di awal. Dengan KPR, kini Anda bisa mendapatkan hunian idaman dengan lebih mudah dan cepat. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sendiri merupakan skema pembiayaan pembelian rumah sampai 90% dari harga rumah. Pemberi fasilitas ini adalah perbankan, meski ada pula perusahaan pembiayaan lainnya yang menyalurkan dari lembaga sekunder.

Keuntungan membeli rumah dengan KPR

KPR: Solusi Strategis untuk Kepemilikan Rumah
Salah satu contoh rumah idaman
Dibandingkan membeli rumah secara tunai, beberapa keuntungan jika Anda menggunakan KPR adalah:

• Biaya yang harus dikeluarkan di awal tidak besar
Memang, semakin banyak pengembang properti yang memperluas bisnisnya dengan mendirikan perumahan-perumahan baru. Fenomena ini terjadi nyaris merata di mana-mana. Sayangnya, meski telah banyak pengembang properti yang memberi fasilitas hunian dengan embal-embel murah, tetap saja, terkadang keuangan tunai belum tercukupi.
Misalkan saja Anda ingin membeli rumah seharga Rp400.000.000,00. Jika simpanan finansial Anda cukup untuk langsung melunasi pembayaran, tentu bagus. Namun jika tidak, maka KPR akan sangat membantu. Dengan KPR, Anda biasanya cukup mengeluarkan biaya awal yang tidak terlalu besar, sekitar 20%-30% dari harga jual. Artinya, untuk membeli rumah seharga Rp400.000.000,00 Anda hanya perlu mengeluarkan Rp80.000.000,00.

• Hunian dapat langsung ditempati meski belum lunas
Anda tentu ingin segera menghuni rumah yang baru dibeli, bukan? Jika membeli langsung tanpa KPR, Anda tentu harus melunasi pembayaran. Artinya, setelah sejumlah uang dalam nominal besar itu dibayarkan tuntas dulu di awal. Atau alternatif lain tentu dengan bernegosiasi dengan penjual.
Sementara itu, jika menggunakan KPR, Anda dapat menghuni rumah tersebut tanpa menunggu cicilan lunas. Semahal apa pun rumah yang Anda beli, asalkan seluruh persyaratan dan uang muka telah selesai diproses, Anda bisa segera menempati rumah idaman. Lebih mudah, bukan?

• Legalitas terjamin dan beres di awal
Permasalahan yang kerap terjadi dalam bisnis atau transaksi properti adalah masalah legalitas. Yang harus Anda ingat, bank hanya akan memberikan fasilitas KPR apabila legalitas rumah tersebut sudah terjamin. Maka dari itu, KPR tentu diberikan jika hanya ada bukti sertifikat dan surat-surat yang sah. Bank juga pasti akan melakukan verifikasi terhadap keabsahan sertifikat dan surat-surat tersebut.
Jaminan legalitas seperti ini yang justru akan sangat membantu Anda. Artinya, Anda akan terbantu dari risiko legalitas di masa mendatang. Jika persetujuan KPR Anda telah didapatkan, Anda tidak lagi perlu khawatir sebab rumah yang Anda tempati atau investasikan telah memiliki nilai hukum.

• Bekerja sama dengan pengembang properti terpercaya
Mungkin Anda pernah melihat atau mendengar pembangunan properti yang tidak dapat menyelesaikan bangunannya. Padahal, sudah banyak pembeli yang membayar uang muka dan cicilan. Alih-alih segera terselesaikan, pembangunan justru menjadi terhambat dan mangkrak.
Seperti yang telah disampaikan, bank tidak sembarangan dalam mengucurkan fasilitas KPR. Bank akan dengan selektif mempelajari pihak-pihak tempatnya akan berinvestasi. Segalanya akan dicek, termasuk legalitas dan rekam jejak pengembang. Dengan demikian, jika Anda mengajukan KPR dan disetujui, artinya pihak pengembang tersebut telah terverifikasi dan terpercaya.

• Sebagai investasi jangka panjang
Selain emas, berinvestasi properti sepetinya tidak akan pernah mati. Terutama dengan kondisi perbandingan jumlah penduduk dan luas lahan yang semakin tidak berimbang, memiliki berinvestasi properti adalah hal yang paling rasional. Setiap tahun, seiring dengan semakin berkurangnya lahan, harga tanah tentu akan semakin naik. Ditambah lagi jika rumah yang Anda huni berada di kawasan strategis.

Dengan KPR, Anda berarti sudah dapat melakukan investasi sejak awal. Harga properti saat ini—meski mungkin masih dirasa agak tinggi—tentu masih akan kalah tinggi dengan harga properti di masa mendatang seperti yang telah diprediksi. Selain itu, di beberapa wilayah di Indonesia, rata-rata harga rumah dalam jangka waktu lima tahun akan mengalami kenaikan sampai 100%.

Bisakah KPR digunakan untuk membeli rumah bekas?

Biasanya memang orang akan mengajukan KPR untuk membeli rumah yang sedang dibangun oleh pihak pengembang. Artinya, mereka akan menjadi tangan pertama. Sebagian orang juga mungkin akan merasa sayang jika harus menggunakan KPR ‘hanya’ untuk membeli rumah yang sudah pernah ditinggali pihak lain.

Namun kondisi dan pertimbangan setiap orang beda. Kendati umumnya KPR digunakan untuk membeli rumah baru, bukan berarti tidak dapat digunakan untuk membeli rumah bekas.  Untuk kasus yang seperti ini, Andalah yang menjadi tokoh sentral dan berperan aktif.

Nah, berikut ini langkah-langkah dan tips untuk memohon pengajuan KPR sebagai pembiayaan rumah bekas.

• Buat kesepakatan dengan penjual
Sebelum membuat kesepakatan, ingat bahwa bank tidak memberikan pembiayaan 100%, tetapi di kisaran 70%-80%. Dengan demikian, sebesar maksimal 30% dari harga yang disepakati menjadi tanggung jawab Anda di awal. Untuk itu, buat perhitungan yang matang dalam penaksiran harga.

• Ajukan permohonan KPR kepada bank
Setelah mendapat kesepakatan harga, segera hubungi pihak bank yang dapat memberikan fasilitas KPR. Saat pergi ke sana, jangan lupa untuk membawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Adapun dokumen-dokumen yang biasanya dibutuhkan sebagai syarat pengajuan KPR antara lain:


  1. salinan sertifikat tanah
  2. salinan IMB
  3. salinan bukti pembayaran PBB terakhir
  4. dokumen atau surat kesepakatan jual beli rumah yang Anda tanda tangani bersama dengan penjual
  5. KTP
  6. KK
  7. surat nikah (bagi yang telah menikah)
  8. NPWP
  9. surat keterangan kerja
  10. slip gaji selama tiga bulan terakhir
  11. rekening tabungan


• Proses appraisal oleh bank
Proses inilah penentuan permohonan Anda akan diterima atau tidak. Setelah dokumen persyaratan lengkap dan proses BI Checking selesai, bank akan melakukan penaksiran harga rumah. Anda biasanya akan dikenai biaya tambahan dalam proses ini, sekitar Rp450.000,00.

• Pengeluaran SPK
Jika proses appraisal selesai dan permohonan Anda disetujui, Anda akan menerima SPK. Selanjutnya? Anda tinggal tanda tangan saja sebagai persetujuan.
Semakin lama, harga properti akan semakin mahal dan jumlahnya terbatas. Jadi jika kini dengan fasilitas KPR bisa mempermudah pembelian rumah, mengapa harus ditunda?

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini