Wisata Religi Makam Habib Basirih, Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan juga memiliki banyak destinasi wisata religi. Salah satu nya, ialah Makam Habib Basirih.

Wisata Religi Makam Habib Basirih, Kalimantan Selatan
Makam Habib Basirih

Siapa Habib Basirih


Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Basirih adalah seorang ulama Banjar. Silsilahnya, Habib Hamid bin Abbas bin Abdullah bin Husin bin Awad bin Umar bin Ahmad bin Syekh bin Ahmad bin Abdullah bin Aqil bin Alwi bin Muhammad bin Hasyim bin Abdullah bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad Al Faqih bin Abdurrahman bin Alwi Umul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Konon, antara Habib Basirih dengan salah satu wali songo, Sunan Ampel (Raden Rahmat), masih ada hubungan kekeluargaan. Sama-sama keturunan dari Waliyullah Muhammad Shahib Mirbath (keturunan generasi ke-16 dari Rasulullah Muhammad SAW).

Sejarah


Habib Basirih pada masa hidupnya tergolong seorang alim yang nyeleneh. Banyak perilakunya yang aneh yang kemudian membuat warga menyebutnya sebagai orang gila. Walau begitu, sehari-harinya dia sering dipercaya sebagai guru agama Islam dan guru mengaji di kampung Basirih tersebut.

Ketika Khadijah Bahasyim masih kecil, dia ingat sekali almarhum kakeknya ini sering berkhalwat di darat dan di air. Jika di air, dia sering berendam di sungai dan sumur sambil berzikir untuk waktu yang lama. Saat di darat, dia berzikirnya sambil nongkrong di atas pohon kelapa.

Walau dianggap aneh dan sering dipanggil orang gila oleh warga, dia ternyata memiliki banyak karomah yang membuatnya menjadi sosok yang berbeda dari orang kebanyakan. Dia sering berkhalwat di sumur dekat lokasi makamnya, airnya tidak pernah asin, padahal airnya dari sungai yang asin.

Habib Basirih juga sering mengumpulkan kayu-kayu atau ranting pohon yang larut di sungai hingga menumpuk banyak. Kayu-kayu ini tidak dipakainya untuk sumber penghasilan seperti yang dilakukan kebanyakan warga lainnya, tetapi untuk dijadikannya alas tidur.

Baca Juga : Wisata Religi Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Keunikan Makam Habib Basirih


Dari tahun ke tahun selalu meninggi posisinya. Warga setempat banyak yang tak paham akan fenomena ini karena logikanya jika tanah di dekat sungai kemungkinan besar untuk erosi itu ada. Tanah milik warga setempat pun tak pernah mengalami peninggian, hanya tanah di makam ini yang meninggi terus. Mereka berpendapat ini adalah mukjizat Allah untuk Habib Basirih.

Makam habib yang sering disebut warga sebagai Kubah Basirih ini dipagari besi dan diselimuti kain hijau tua sebagai simbol Islam dan kain kuning sebagai simbol adat Banjar untuk tokoh masyarakat yang dihormati. Di bagian atasnya dikelambui kain kuning juga. Di sekeliling kuburannya ada beberapa buku Yasin dan Alquran. Kuburan dipenuhi taburan kembang barenteng khas Banjar sehingga tercium wangi jika didekati.
Memasuki bagian dalam komplek pekuburannya ini terasa dingin, padahal cuaca sedang terik. Suasananya terasa tenang. Para peziarah pun bisa dengan nyaman dan khusuk berdoa di dekat makam ini.


Akses

Makam Habib Basirih terletak di Jalan Keramat Basirih RT 09 RW 01, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk menuju Makam Habib Basirih, bisa ditempuh lewat jalur darat dan sungai. Menggunakan angkutan darat melalui Jl.Gubernur Subardjo, Lingkar Selatan (jalan tol), Jl.Trisakti, Komplek Lumba-Lumba atau memanfaatkan Sungai Basirih.

Bisa juga dengan rute yang lain, jika dari arah luar kota melalui Jalan A Yani, di sekitar kilometer dua belok kanan ke Jalan Pangeran Antasari. Setelah ada perempatan lampu merah dekat Masjid Agung Miftahul Ihsan dan Pasar Sentra Antasari ambil jalan ke kiri ke Jalan KS Tubun.

Terus saja sekitar dua kilometer, belok kiri ke Jalan 9 Oktober. Ada pertigaan, ambil ke kiri, terus saja, lalu ada pertigaan Jalan Gubernur Soebarjo, ada Jembatan Basirih, naik saja ke jembatan itu. Setelah turunan, belok kanan masuk ke Jalan Keramat Basirih. Lurus saja, sekitar 600 meter.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini