Wisata Religi Masjid Agung Al-Karomah Martapura

Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Kalimantan Selatan

Masjid Agung Al-Karomah terletak di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Hanya 1 jam perjalanan dari Kota Banjarmasin dan hanya 30 menit bandar udara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Masjid ini berada tepat di pinggir Jl. Ahmad Yani yang merupakan jalan utama antar Kalimantan dan tepat beseberangan dengan Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar dan juga Kantor Bupati Banjar di pusat Kota Martapura.

Masjid ini juga bersebelahan dengan Pasar Batuah Martapura yang sangat ramai aktivitas jual beli nya, sehingga Masjid ini pun selalu ramai sebagai tempat beribadah bagi para pedagang dan pembeli yang ada di pasar tersebut. selain itu Masjid ini juga selalu ramai karena banyak nya masyarakat dari Kota lain menjadikan masjid ini sebagai salah satu tempat Wisata Religi yang wajib di kunjungi.

Sejarah Masjid


Masjid Agung Al-Karomah adalah masjid besar yang terletak di Kota Martapura, dan merupakan masjid terbesar di Kalimantan Selatan. Masjid ini dulu nya bernama Masjid Jami’ Martapura dan di dirikan oleh panitia pembangunan Masjid yaitu HM. Nasir, HM. Taher (Datu Kaya), dan HM. Afif (Datu Landak). Kepanitiaan ini di dukung langsung oleh Raden Tumenggung Kesuma Yuda dan Mufti HM Noor.

Martapura yang dulu nya menjadi pusat Kerajaan Banjar dan tercatat menjadi saksi dari 12 sultan yang dulu nya sempat memerintah. Pada waktu itu Masjid berfungsi sebagai tempat peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat Islam dan markas atau benteng pertahanan bagi para pejuang dalam melawan Belanda. Akibat perang pada waktu itu mengakibatkan terjadi nya pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura.

Setelah peristiwa itu muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar dari sebelum nya dan pada Tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi. Pembangunan masjid pun di mulai dan menurut riwayat, Datuk Landak di percaya untuk mencari kayu Ulin sebagai sokoguru masjid sampai ke daerah Barito, Kalimantan Tengah.

Tepat pada Senin 12 Rabiul Awal 1415 Hijriah dalam perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, Masjid Jami’ Martapura di resmikan dan berubah menjadi Masjid Agung Al-Karomah.

Arsitektur Masjid

Bentuk bangunan Masjid Agung Al-Karomah Martapura mengikuti bentuk bangunan Masjid Demak buatan Sunan Kalijaga. Miniatur Masjid Demak di bawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukuran nya sangat rapi serta mudah di sesuaikan dengan bentuk bangunan sebenar nya.

Hingga sampai saat ini bentuk bangunan Masjid Al-Karomah mengalami 3 kali rehab, menurut K.H. Halilul Rahman selaku Sekretaris Umum di kepengurusan Masjid. dan dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, Masjid Agung Al-Karomah Martapura pun terlihat lebih megah dan lebih modern. Meskipun bergaya modern, 4 tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama Masjid masih berdiri tegak di tengah. Tiang ini di kelilingi puluhan tiang beton yang ada di dalam Masjid.

Tiang Saka Guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella atau ruang keramat. Ruang cella yang di lingkupi tiang-tiang Saka Guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab. Sejarahnya tiang Saka Guru empat menggunakan tali alias seradang yang di tarik beramai-ramai oleh Datuk Landak bersama masyarakat. Atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa. tiang Saka Guru berdiri tegak. Luas bangunan Masjid pertama kali hanya berukuran 37,5 meter x 37,5 meter.

Pada rehab terakhir Masjid Agung Al Karomah Martapura, di butuhkan hingga menelan biaya Rp. 27 miliar. Bangunan Masjid banyak mengadopsi bentuk bangunan Masjid yang ada Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda. yang semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali mengalami rehab akhir nya berubah menjadi bentuk kubah.

Arsitektur bentuk bangunan memang mengalami banyak perubahan, namun tidak pada Mimbar tempat Khatib berkhutbah yang sudah berumur lebih dari satu abad dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik sebagai Mimbar utama. Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dan di lengkapi tangga yang sampai sekarang masih berfungsi dengan baik. Mimbar tersebut di arsiteki oleh H.M Musyafa.

Di dalam Masjid, anda dapat menemui bentuk bangunan asli nya Masjid Al-Karomah yang hingga sampai saat ini tidak di bongkar, karena memiliki nilai sejarah berdiri nya Masjid Al-Karomah.

Demikian sekilas tentang Wisata Religi Masjid Agung Al-Karomah Martapura. Mohon maaf atas segala kekeliruan nya.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini