Wisata Seni Tenun Ikat Sarung Samarinda Kalimantan Timur

Bagi masyarakat Kalimantan, Sarung Tenun Ikat atau yang lebih di kenal dengan Sarung Samarinda, sudah sangat di kenal dan bahkan seluruh masyarakat asli Kalimantan mempunyai Sarung Tenun buatan Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Sarung Tenun Samarinda ini dibuat menggunakan alat tenun yang masih menggunakan tangan yang sangat sederhana dan biasa disebut dengan nama Gedokan. karena proses pembuatannya hanya menggunakan tangan, butuh waktu 2 sampai 3 hari untuk menghasilkan satu Sarung Tenun Ikat. Sehingga harganya pun menjadi lebih tinggi daripada kain yang diproduksi secara cepat dengan menggunakan mesin canggih.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-seni-tenun-ikat-sarung-samarinda-kalimantan-timur.html
Ibu-ibu yang sedang melakukan tenun
Tenun ikat merupakan salah satu kerajinan tradisional dari Indonesia yang berupa kain dan di buat dengan cara menenun helaian-helaian benang yang tentu saja sebelumnya sudah di ikat lalu di masukkan kedalam cairan pewarna kain. karena tenun ikat adalah sebuah kerajinan tradisional, jadi proses pembuatannya hanya menggunakan alat tenun sederhana yang digerakkan menggunakan tangan. alaupun sebenarnya sudah banyak tersedia mesin tenun yang dapat menghasilkan berbagai macam kain.

Di situlah letak dan keunikan dari Tenun Ikat Sarung Samarinda. produksi yang masih menggunakan cara yang tradisional, sehingga membuat Sarung Samarinda ini memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan Sarung biasa yang di produksi secara cepat menggunakan mesin-mesin canggih.

Tenun Ikat ini memliki banyak motif, dan motif yang biasa digunakan untuk menghias Kain Sarung Samarinda memiliki bentuk geometris. di mana garis-garis di atur sehingga terbentuk motif yang geometris. ini merupakan motif yang paling dominan yang terdapat pada Kain Sarung Tenun Ikat dari Samarinda.

Dan ada juga motif Soeharto, motif ini memiliki corak kotak-kotak kecil dengan warna yang berbeda-beda. adapun asal-usul nama motif Soeharto di karena kan pada jaman nya Pak Harto selaku Presiden waktu itu berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur. beliau sangat suka dengan Sarung Samarinda yang bermotif corak kotak-kotak kecil dengan warna yang berbeda-beda.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-seni-tenun-ikat-sarung-samarinda-kalimantan-timur.html
Beberapa motif Sarung Samarinda
Kain Sarung Tenun Ikat sudah menyebar di Kalimantan, banyak pertokoan yang menjual Kain Sarung Khas Samarinda ini. namun apabila Wisatawan ingin mendapatkan Kain Sarung Tenun Ikat yang sudah pasti di buat menggunakan tangan dari masyarakat Samarinda sendiri, sebaiknya Wisatawan datang langsung menuju lokasi yang menjadi sebuah pusat kerajinan Kain Sarung Tenun Ikat.



Ada sekitar 2 Kelurahan yang berada Kecamatan Samarinda Seberang yang menghasilkan Kain Sarung Tenun Ikat. di antaranya adalah Kelurahan Kampung Baqa, Kampung Baqa merupakan suatu daerah tertua di Samarinda. karena itu wajar saja jika di daerah ini juga merupakan salah satu penghasil kerajinan khas Samarinda, yaitu Kain Sarung Tenun Ikat.

Daerah lainnya yang juga masih terdapat di Kecamatan Samarinda Seberang seperti Kelurahan Kampung Masjid. Kampung Masjid dan Kampung Baqa masih dalam Kecamatan yang sama, yang menghasilkan kerajinan Kain Sarung Tenun Ikat Khas Samarinda.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-seni-tenun-ikat-sarung-samarinda-kalimantan-timur.html
Sentra Sarung Samarinda
Sejarah kerajinan tradisional ini konon di bawa oleh Suku Bugis dari daerah Sulawesi Selatan. Ketika itu Sultan Bugis Wajo, yang bernama La Madukelleng sang pemimpin dari Kesultanan Paser datang menuju Pulau Kalimantan. Salah seorang bangsawan yang datang bersama-sama rombongan Sultan La Madukelleng, adalah La Mohang meminta untuk di berikan tanah di daerah Kesultanan Kutai Kartanegara yang pada waktu pemimpinnya adalah Sultan Adji Pangeran Dipati Anom.

Kemudian Sultan Adji Pangeran Dipati Anom memberikan sebidang tanah yang sekarang sudah menjadi Kota Samarinda dengan persyaratan mereka harus patuh dengan kepemerintahan dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Sejak itulah suku Bugis kemudian mengembangkan wilayah yang sudah diberikan oleh Sultan Adji Pangeran Dipati Anom. di antaranya adalah dengan membawa teknik untuk membuat Kain Sarung Tenun Ikat di Pulau Kalimantan. Karena sebab itu lah Kain Sarung Tenun Ikat ada sampai sekarang dan dapat mudah ditemukan di perkampungan orang Bugis seperti contohnya Kampung Baqa dan Kampung Masjid.

Secara akumulatif, Kain Sarung Tenun Ikat Khas Samarinda serta kain Sarung Tenun Ikat Khas lainnya yang juga berada di Pulau Kalimatan menjadi salah satu kekayaan budaya yang di miliki oleh Negara Indonesia dan Kalimantan Khusus nya. 

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini