Wisata Pagat Batu Benawa. Barabai

Pagat ( dalam bahasa banjar ) yang berarti putus. bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah dan sekitar nya, Wisata Pagat Batu Benawa sudah menjadi Objek Wisata yang wajib di kunjungi, terutama sehabis lebaran hari raya Idul Fitri.

Terletak di kaki bukit Bukit Batu Bini, Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. atau hanya sekitar 7 kilometer dari Kota Barabai.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-pagat-batu-benawa-barabai.html
Pintu masuk dan juga tempat untuk membayar tiket 
Cukup membayar Rp.3000 per orang, Wisatawan sudah dapat menjelajahi bukit, sungai, goa dan juga dapat menikmati pemandangan pegunungan dan persawahan yang sangat hijau.

Memiliki sungai yang jernih dan berarus sedang merupakan salah satu daya tarik dari Objek Wisata ini. Wisatawan dapat menikmati sejuk nya air sungai di tempat ini, dan air sungai nya juga aman untuk anak-anak bermain.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-pagat-batu-benawa-barabai.html
Pemandangan Alam Wisata Pagat Batu Benawa
Untuk menyeberangi sungai ini terdapat 2 alternatif yang bisa di gunakan, yaitu lewat jembatan gantung atau melaui rakit bambu yang sudah di susun sampai ke seberang. kedua jalur ini mempunyai sensasi yang berbeda dan kedua jalur ini juga menjadi tempat favorit Wisatawan untuk melakukan Selfie.



Objek Wisata Pagat Batu Benawa juga di lengkapi dengan beberapa fasilitas. antara lain, seperti musholla, warung, gazebo, tempat bermain anak, panggung hiburan, toko souvenir, dan juga toilet.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/wisata-pagat-batu-benawa-barabai.html
Jembatan Gantung
Di sini juga terdapat sebuah dinding yang menceritakan sejarah terjadi nya Pagat Batu Benawa. cerita di dinding tersebut hampir mirip dengan legenda si Malin Kundang yang durhaka kepada ibu nya, dan untuk cerita Pagat Batu Benawa adalah Raden Penganten dan ibu nya Diang Insun yang hanya tinggal berdua di suatu tempat, sehingga membuat Raden Penganten pergi merantau agar mendapat kehidupan yang lebih baik lagi. setelah lama merantau, Raden Penganten pun berhasil mengumpulkan banyak uang dan barang yang nanti nya di bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk ibu nya Diang Insun. namun sebelum pulang ke kampung halaman Raden Penganten menikah dengan Putri cantik di negeri tersebut. setelah itu Raden Penganten pun pulang beserta istri nya dengan menaiki perahu, dan sesampai di pelabuhan Raden Penganten pun di sambut oleh ibu nya Diang Insun namun karena malu terhadap istri nya, Raden Penganten kembali berlayar meninggalkan ibu nya yang sudah tua renta. di saat itu lah Diang Insun berdo'a terhadap anak nya yang durhaka, seketika itu pun do'a nya terkabul dan kapal yang di tumpangi Raden Penganten terbelah menjadi 2, salah satu nya menjadi Pagat Batu Benawa dan salah satu nya lagi berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini