Masjid Islamic Center Samarinda. Kalimantan Timur

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/masjid-islamic-center-samarinda-kalimantan-timur.html
Masjid Islamic Center Samarinda
Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Atau berjarak 2 kilometer dari Jembatan Mahakam yang juga menjadi salah satu Ikon Kota Samarinda.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi Masjid ini sebelumnya dulunya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT. Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

KomplekMasjid Islamic Center ini diresmikan pertama kali oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada tanggal 16 Juni 2008. Dalam perkembangannya, masjid ICS telah mampu memenuhi  keinginan masyarakat Samarinda untuk memiliki sebuah sarana tempat ibadah yang memadai dan membanggakan bagi masyarakat Kalimantan khusus nya tetapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bangunan masjid ICS memiliki 7 menara, dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama ini terdiri atas bangunan 15 lantai, dan masing-masing lantai memiliki tinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun.

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/masjid-islamic-center-samarinda-kalimantan-timur.htmlDari gerbang utama, anda dapat berjalan-jalan menyusuri selasar masjid dan menjumpai ratusan kolom berbentuk melengkung seperti tapal kuda. Selasar yang terbentang dari sisi timur, utara hingga ke sisi selatan bangunan utama masjid, hingga gerbang dan menara utama yang terhubung ke bangunan utama masjid. Bentuk tapal kuda tersebut sangat mencerminkan arsitektur Islam yang dikenal sebagai arsitektur gaya moorish yang banyak ditemukan pada bangunan Masjid Kordoba, Spanyol.

Interior dan material finishing selasar penghubung terlihat sangat indah. dengan berlantai keramik yang di border dengan granit dan berplafon yang terbuat dari kayu nyatoh lapis cat melamik. Keindahan selasar kian memikat ketika dilihat pada malam hari karena lampu-lampu lapis kuningan yang menempel pada dinding sisi dalam selasar, memancarkan pendar warna kekuningan yang menghadirkan kesan romantis.

Interior

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/masjid-islamic-center-samarinda-kalimantan-timur.html
Mata anda akan di manjakan dengan gaya arsitektur tidak biasa pada umumnya sehingga memiliki daya tariknya tersendiri. Itu sebabnya keunikan bangunan masjid ini pun mampu mengundang decak kagum bagi siapapun yang melihatnya. Keindahan arsitekturnya tak hanya pada bagian luar, tetapi juga pada bagian dalam masjid.


Selain itu, Masjid ini memiliki dekorasi marmer dan mosaik kaca. Pintu menuju ruang multipurpose berupa kaca yang dihiasi motif bintang delapan. Simbol bintang delapan sangat mendominasi hiasan masjid. Salah satunya motif mashrabiya atau kisi-kisi yang terdapat di seluruh bagian masjid, semuanya berbentuk bintang delapan. Ada juga di lantai, bahkan plafon. Selain simbol bintang delapan, sejumlah kaligrafi juga menghiasi sisi dalam bangunan masjid.

Sedangkan untuk area lobi lantai dasar terdapat bedug besar terbuat dari kulit sapi dengan panjang 4 m dan diameter 180 cm. Kayunya terbuat dari kayu bengkirai dari hutan Kalimantan dan terbuat dari satu kayu utuh. Batang kayu beduk yang tidak bulat sempurna membuat tampilan beduk jadi sedikit berbeda dan terlihat unik. Bedug besar ini sumbangan dari H. Suwarna mantan Gubernur Kaltim.

Di belakang bedug ditempatkan maket model Masjid Islamic Center Samarinda dalam sebuah meja dari kaca yang kerap menjadi salah satu perhatian utama para pengunjung masjid. Lampu gantung dari bahan kuningan tergantung pada ketinggian plafon masjid, memberi sentuhan klasik dalam balutan teknologi modern. Sedangkan rak Alquran menempel pada pilar-pilar besar di dalam masjid.

Menara Asmaul Husna

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/masjid-islamic-center-samarinda-kalimantan-timur.html
Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ICS memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak. Konon, untuk rancangan menara di ilhami menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, dan kubah utamanya di ilhami masjid Haghia Sophia di Istanbul Turki (yang sekarang sudah menjadi museum).

Masjid ICS memiliki menara utama setinggi 99 meter yang terdiri dari bangunan sebanyak 15 lantai, dengan masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Angka 99 meter itu sendiri bermakna Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Yang menakjubkan, dinding luar menara dikelilingi lafadz Asmaul Husna yang dilapis batu granit, dengan teknik pembuatan water jet.

Selain tangga, menara utama dilengkapi lift berkapasitas 10 orang dewasa. Di lantai paling atas menara, dinding ruangnya dilapisi kaca. Namun, udara di ruangan ini tetap sejuk karena dilengkapi dengan AC. Dari tempat tertinggi inilah anda dapat memandang indahnya kota Samarinda. Menyaksikan kapal-kapal tongkang yang berlayar membawa muatan Batubara, serta kelak-kelok sungai Mahakam yang menawan.

Sedangkan empat menara masjid lainnya terletak di empat sudut masjid. Memiliki tinggi masing-masing 66 meter dan setiap atas menara menggunakan material kuningan ketok. Sedangkan 2 menara lainnya yang lebih pendek dari 5 menara lainnya disebut Menara Kembar satu dan dua. Meskipun lebih pendek tetapi tetap indah karena dinding luarnya dilapis cat texture, juga dilapisi dinding Granit Juparana Kuning dan Juparana Coklat yang diimport dari luar negeri.

Fungsi Tiap Lantai Masjid

Fungsi masing-masing lantai yang  terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama terletak di lantai basement. Fungsinya sebagai tempat parkir kendaraan dengan kapasitas 138 buah sepeda motor dan 200 mobil, toilet pria dan wanita untuk para jamaah, juga Ground Water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu.

Bagian kedua merupakan lantai dasar yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan daya tampung hingga 5000 orang. Selain di pakai untuk acara seminar, lantai dasar ini juga sering dipakai acara resepsi pernikahan dan tabligh akbar. Bagian ini juga dilengkapi dengan plaza dalam dan plaza luar yang mampu menampung jamaah hingga 10.000 orang. Di samping kiri dan kanannya difungsikan sebagai area parkir berkapasitas 391 mobil dan 430 sepeda motor. Di plaza luar tersedia keran-keran air di sisi kiri dan kanan yang berfungsi sebagai tempat wudhu.

Sedangkan bagian ketiga adalah lantai utama (lantai dua) yang merupakan ruang salat utama dengan daya tampung jamaah hingga 20.000 orang. Untuk menuju lantai utama ini anda dapat menggunakan tangga utama (tangga tasbih) yang terletak di lantai dasar. Material lantai ruang salat utama terbuat dari granit pilihan dengan corak beraneka warna, menghadirkan kesan hangat namun tetap sejuk karena menggunakan AC sebagai penyejuk ruangan.

Selain itu, di seberang jalan komplek Masjid yang menghadap ke Sungai Mahakam, terdapat taman asri dengan bangku-bangku untuk duduk sambil menikmati suasana di tepian Sungai Mahakam yang padat dengan aktivitas sungai nya. Sedangkan pada malam hari keindahan Masjid Islamic Center Samarinda ini sangat mengagumkan karena terdapat banyak lampu yang menghias dan membuat keindahan yang berbeda.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini