Madihin, Seni Budaya Banjar, Kalimantan

http://www.wisatakalimantan.com/2016/07/madihin-seni-budaya-banjar-kalimantan.html
Madihin, Seni Budaya Banjar
Madihin berasal dari kata madah dan bahasa arab yang berarti nasihat tetapi bisa juga di artikan sebagai pujian. madihin sudah ada sejak agama islam masuk ke kerajaan banjar pada tahun 1526.

Madihin yang bergenre puisi atau pantun berbahasa banjar ini biasa nya di mainkan oleh 2 sampai 4 orang dan di pertunjukkan pada malam hari, namun pada jaman sekarang madihin juga sering di pertunjukkan pada siang hari.

Madihin yang merupakan hiburan rakyat ini biasa di pertunjukkan untuk memperingati hari-hari besar kenegaraan, keagamaan, kedaerahan, upacara adat, kampanye partai politik, perkawinan dan dll.

Madihin biasa di pertunjukan selama 2 jam atau pun lebih, di iringi musik gendang dan tidak sembarang orang yang bisa menjadi pemadihinan (sebutan untuk seniman madihin) setidak nya pemadihinan mempunyai 6 kriteria sebagai berikut :

1. Terampil dalam mengolah kata sesuai tuntunan struktur bentuk fisik madihin yang sudah di bekukan secara sterotipe
2. Terampil dalam hal mengolah tema dan amanat madihin yang di tuturkan nya
3. Terampil dalam hal olah vokal ketika menuturkan madihin secara hapalan di depan publik
4. Terampil dalam mengolah lagu ketika menuturkan madihin
5. Terampil dalam hal mengolah musik pengiring penuturan madihin
6. Terampil dalam hal mengatur keserasian penampilan di depan publik.



Madihin di jaman sekarang ini sering di pertunjukkan di tv swasta dan bahkan rutin di perlombakan setiap tahun nya. sehingga tradisi khas kalimantan ini tetap terjaga dan makin semarak dari tahun ke tahun.

Selain di pulau kalimantan, madihin juga sering di pertunjukkan di kota-kota besar di indonesia
bahkan sosok besar di jaman Orde Baru, presiden Soeharto sangat terkesan dan sangat menyukai budaya bemadihinan. saking terkesan nya beliau pada pertunjukkan madihin yang di bawakan jon tralala (pemadihinan asal banjarmasin) beliau pun memberikan hadiah berupa ongkos naik haji plus.

Mari kita jaga dan tetap lestarikan budaya bemadihinan ini, agar kelak anak cucu kita dapat tetap menikmati pertunjukkan langsung Madihin.

Masukkan Alamat Email Anda di Bawah ini